KPU Kota Mojokerto Hadiri Peluncuran buku Suara Yang Sering Diabaikan dan Peta Jalan Menuju Pemilu Inklusif
Mojokerto, kota-mojokerto.kpu.id – Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kota Mojokerto, Yahya Scahrul Wahyu I.A dan Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Mojokerto, Ulil Abshor turut mengikuti kegiatan Peluncuran buku yang bertajuk “Suara Yang Sering Diabaikan” dan “Peta Jalan Menuju Pemilu Inklusif” secara daring pada Rabu (18/2/2026).
Acara ini diselenggarakan oleh KPU DIY bersama Sasana Inklusi & Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) dengan narasumber dari perwakilan penulis buku Slamet Tohari, SIGAB, KPU DIY, serta penanggap KPU RI dalam hal ini diwakili oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU DIY Sri Surani, Bawaslu RI, dan Titi Angraini dari Perludem.
Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara dalam rangka untuk memastikan tidak ada lagi hak suara yang terpinggirkan sekaligus mengedukasi publik bahwa inklusivitas adalah pondasi utama demokrasi yang sehat.
Para narasumber dan pemangku kepentingan menyoroti masih rendahnya tingkat partisipasi pemilih disabilitas, sehingga perlu dipetakan di tahapan Pemilu mana yang harus diperbaiki. Dalam kesempatan tersebut KPU RI melalui KPU DIY menekankan kolaborasi antara penyelenggara Pemilu, partai politik, dan pemangku kepentingan untuk bersama mendukung aksesibilitas dan pemenuhan hak politik penyandang disabilitas.
Dalam diskusi tersebut Perludem menyampaikan pentingnya peta jalan menuju Pemilu inklusif 2029 dengan standar fasilitas yang lebih komprehensif bagi berbagai ragam disabilitas. “Inklusi ditegaskan bukan sekadar prosedur, tetapi pondasi demokrasi untuk memastikan kesetaraan hak politik bagi seluruh warga negara,” terang Titi. (sam)